Berdamai dengan asma, Catatan cewek penyakitan yang suka banget sama air ^^

Berdamai dengan asma, Catatan cewek penyakitan yang suka banget sama air ^^
Sebagai penyelam dengan asma, etta diharuskan berbohong setiap menandatangani form waiver sebelum menyelam. Formulir itu tidak memperbolehkan menyelam dengan tick Yes pada “I have asthma” tanpa surat dokter… jadi… berbohonglah kita ya😁
Is it okay to dive with asthma? Jawabannya ya dan tidak. Kalau asmanya exercised induced, sebaiknya tidak. Karena sesantainya menyelam, itu tetap aktivitas fisik yang lumayan berat, ditambah dengan paparan air dingin minimal 1 jam plus badan basah di darat 1 jam lagi dikali berapa kali dive. Wooo, bisa berbahaya. Freediving apalagi. Walaupun kelihatan dive time nya dikit-dikit tapi berat luar biasa buat badan. So if you have exercise-induced asthma, see your doctor first!
Sebagai asmatik yang pencetusnya mulai dari mood swing, asap, debu, sweet things, dingin, perubahan cuaca, bau-bauan menyengat dll juga aktivitas berat gimana bisa sih etta diving? Pertama, know your own limit which is hiking, aktivitas fisik berat ditambah udara dingin memang payah buat asma etta 😦 , kalo udah tau gini ya pasrah aja deh. Kedua, kontrol asmanya. Kalau masih perlu steroid, pake! Inhaler harian, pake! Kalau sudah terkontrol, baru deh dateng ke dokter, tanyain pendapatnya soal mulai menyelam.
Selama tiga tahun menyelam, asma etta ga pernah kambuh waktu menyelam. Kambuhnya justru karena sebab2 bodoh seperti kalau ngakak parah atau mengikat sarung pantai di leher terlalu kencang. Alhamdulillah segitu mah udah bahagia, dan sekalinya ketemu dokter karena kambuh berhari-hari itu pun setelah terpapar air yang dinginnya ekstrim di salah satu penyelaman.
Asma yang terkontrol ini kadang bikin lupa diri. Lupa bahwa inhaler harus selalu ada. Karena serangan asma bisa datang kapan saja dan dimana saja. Anak pemalas pelupa ini pernah beberapa kali kambuh waktu inhaler ga ada. Dan ini cara mengatasinya…
Nih ya tta kasih tau, jadi kalo next time etta kambuh, coba yaa ditolong  😂😂
1. Selama serangan, selalu dalam posisi duduk. Jangan kasih etta tidur, ga bisa nafas pak kalo tiduran. Duduk di belakang dan kasih etta sandaran supaya posisi punggung lurus #eaaaa sandaran 😂😂 . Aslina inimah!
2. Siapkan teh hangat, teh mengandung sedikit teophyllin, lumayan buat first aid
3. Kalau dingin/banyak angin, siapkan jaket/selimut. Kalau ada ikatan di badan terutama leher dan dada, lepas. Ini termasuk sarung pantai dan tas selempang. Pencetus asma nih 😦 4. Biasanya cuma perlu coaching suruh relax dan nafas relax aja. Tapi etta pernah coba tahan nafas selama beberapa detik, diulang sampai bisa bernafas normal. Lumayan membantu.
5. Kasih kain basah untuk menutup mulut dan hidung. Ini first aid banget deh, sambil jalan juga etta suka pake cara ini. Ga pernah ya hiking nafasnya pake itungan breath-up? Etta begitu. Hahaha. Asma memang bukan penyakit yang bisa disembuhkan, tapi dengan kesabaran bisa dikontrol. Semangaaaat!!! Kamu juga bisa kontrol asma-mu dan berkegiatan kayak etta 😉😉😉. Jangan stress!! Kata pak coach juga … kuncinya di relaksasi 😂😂
========================================================================
update 08092016 :
Sebisa mungkin jangan lupakan first aid kit yang berisi obat asma saat akan menyelam, baik dengan tabung atau tidak. Apalagi untuk sesi latihan fisik yang berat. Brief orang-orang terdekat -which is buddy- tentang kondisi kesehatan dan apa yang harus dilakukan saat ada serangan asma.
Do not overestimate your medical condition. You are okay until you’re not. Be safe ^^
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s